Great Way to Sell

Just another WordPress.com weblog

Cukup Merasa Aman dengan hanya CDMA?

with 3 comments

Kini tak jarang orang memiliki handphone aktif lebih dari satu. Rata-rata adalah pengguna GSM dan CDMA bebarengan. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah tarif yang lebih murah. Atau karena pengguna mengikuti sebuah komunitas dimana rata-rata komunitas tersebut didominasi oleh salah satu operator. Biasanya adalah rekanan di kantor, kampus, sekolah, organisasi, sampai pasangan.

Dan yang mendapatkan positioning sebagai telepon yang (lebih) murah adalah operator-operator CDMA. Lantas harga sudah murah mengapa masih mendobel dengan GSM (rata-rata yang dilakukan orang)? Apakah tidak cukup dengan memakai satu operator saja, CDMAnya saja mungkin?

Ternyata menurut survey kecil yang penulis lakukan di lingkungan sekitar, beberapa alasan yang mereka lontarkan adalah

  • “Nanti kalau keluar kota bagaimana?”
    Padahal sebenarnya operator-operator CDMA telah melengkapi produknya dengan fitur migrasi sementara keluar kota seperti COMBO pada Flexi dan GOGO pada ESIA.
  • “Waduh, saya gak pede cuman pakai CDMA. Takut nanti gak bisa dihubungi?”
    Apa maksudnya tidak bisa dihubungi? Toh sekarang BTS yang dibangun sudah banyak. Jaringan sudah cukup luas (di kota besar) dan cukup kuat (di kota besar juga). Malah di beberapa indoor building sudah ditanami penguat/pemancar sinyal tambahan untuk beberapa operator.

Ternyata CDMA belum bisa merebut positioning sebagai primary contact number. CDMA belum bisa memberikan rasa aman dan kepercaaan diri di pelanggan untuk dijadikan satu-satunya contact number (kecuali memang terpaksa hanya mampu beli satu).

Contoh saja pada diri kita, kalau kita bertukar contact number maka pasti yang kita berikan pertama kali adalah nomor GSM, baru setelah itu kalau ditanya nomor CDMAnya baru bertukar. Positioning yang masih lemah ini harus didukung dengan infrastruktur jaringan/teknologi yang lebih mantap lagi serta mengkomunikasikan kepada pelanggan bahwa CDMA dapat diandalkan dan memberikan rasa aman.

Written by deniar

September 8, 2008 pada 10:06 am

Ditulis dalam marketing

Tagged with ,

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kelihatannya, ke depan ini hal2 semacam ini masih akan terjadi. Media sering berbicara tentang LTE vs WiMAX untuk Beyond-3G. Padahal selain LTE sebagai penerus madzhab GSM, ada UMB sebagai penerus madzhab CDMA2000, selain WiMAX II sebagai penerus WiMAX.

    GSM sendiri (sebagai sebuah suite, bukan sebuah teknologi) sudah menggunakan CDMA, yang tentu disebut WCDMA. Kata ’sudah’ ini tepat; karena memang secara teknologi, CDMA lebih advanced dibandingkan TDMA (yang digunakan GSM sebagai teknologi). Tapi tentu basis teknologi saja kurang cukup. Yang lebih penting adalah network engineering, lalu pengemasan produk, lalu komunikasi ke publik :) . Hihi :) .

    Koen

    September 8, 2008 at 10:24 pm

  2. Nomor pertamaku CDMA.. Ya iyalah.. Secara gitu lho.. :-D

    Anis

    September 9, 2008 at 3:39 am

  3. hm… klo aku pake gsm masih sebuah prestise tersendiri. ditambah lagi, menurutku sebagai orang yang awam akan teknologi, hape cdma masih terbatas fiturnya, jadi belum bisa mengakomodasi kebutuhan dalam berkomunikasi. misalnya aja kalo loncat ke luar daerah, menurutku ribet harus ngatur sana-sini. secara dari dulu ngak pernah berhasil nyeting kaya gitu. ditambah lagi kalo ntar ketiduran. tau2 bablas pindah kota dan hape belum dikonfigurasi untuk kota yang lainnya. untuk daerah pedesaan dan hutan, hape cdma pun belum bisa menjangkau ampe ke sana. kalo gsm, menurutku lebih praktis dan jangkauanny untuk saat ini masih lebih luas lagi ketimbang cdma.

    Yudha P Sunandar

    September 9, 2008 at 12:56 pm


Tinggalkan Balasan